Selasa, 25 September 2007

Curhat : 7th Wedding Anniversary

Our Special Day
Ramadhan, 7th 1428 Hijriyah

(maaf, bila terlambat di-posting-nya)


Pagi ini (7 Romadhon 1428 H) adalah hari yang special untuk saya dan istri saya. Pada hari ini, 7 tahun yang lalu sebuah ikrar suci sudah saya ucapkan dengan penuh kesadaran akan konsekuensi yang harus ditanggung. Linangan airmata saat itu, yang menetes di pipi ini seperti masih terasa…

Seorang gadis yang saya kenal 12 hari sebelumnya, kini akan segera menjadi istri saya; ibu dari anak-anak saya nanti. Sejak hari pertama dipertemukan dengannya, ada keyakinan yang timbul untuk menjadikannya pendamping hidup ini (entah darimana keyakinan itu datang)… 6 hari kemudian, saya memutuskan untuk melamarnya secara resmi…

Saya masih ingat betul, malam itu adalah malam pertama ummat Islam melakukan sholat tarowih pada Bulan Romadhon 1421 Hijriyah… Waktu itu, selepas maghrib, kami datang menuju sebuah rumah yang sederhana namun penuh berkah, rumah tempat calon istri saya dibesarkan dari buaian bundanya, hingga menjelang ia menamatkan kuliahnya di UNJ Rawamangun, Fakultas MIPA, Jurusan Pendidikan Biologi. Sebuah rumah yang hingga detik ini – bila saya berkunjung kesana – masih hangat terlintas dalam hati ini peristiwa lamaran itu.

Sejurus setelah malam itu, tanggal pernikahanpun ditentukan. Ya, sungguh hari dan tanggal yang indah, dan penuh keutamaan (insya4JJI). Hari yang akan menjadi sejarah hidup bagi saya itu adalah: Hari Jum’at, Tanggal 7 Romadhon 1421 H! Dalam hati ini, hanya ada rasa syukur, walau kemudian seluruh keluarga besar cukup terkaget-kaget, karena semuanya berjalan, begitu sangat cepat…

Alhamdulillaah, tidak ada prasangka yang ditimbulkannya. Keluarga besar tahu siapa saya, aktifitas saya, teman dan pergaulan saya, sehingga yang ada hanyalah suara-suara lirih, “ya mau bagaimana lagi, masa orang mau berbuat baik dilarang?!..

6 hari setelah lamaran, saya lalui dengan penuh harap-harap cemas, karena semakin mendekati hari spesial itu. Saya masih ingat betul, bagaimana kakak saya (ummahat) yang mengantarkan saya membeli berbagai perlengkapan pernikahan, kemudian ketika seorang diri saya harus mencari penyewaan pelaminan dan dekorasi islami, catering, mengurus surat-surat di KUA, hingga membeli cincin emas bersama ibu. (seperti ingin mengulangnya lagi, ups!)

Ketika hari itu datang, itulah sholat Jumat yang terakhir sebagai bujangan. Ba’da ashar, tamu sudah mulai berdatangan, khususnya dari keluarga besar. Saya berusaha untuk tetap tenang, walaupun rasa haru, syukur, khawatir, dan lainnya bercampur jadi satu. Dengan baju gamis putih yang biasa saya pakai untuk sholat berjama’ah di masjid, saya melenggang ke rumah yang sudah penuh dengan keluarga dan para tetangga. Ada yang bicara dari salah seorang tamu, “waah, ini gimana sih? mau nikah jam 4, setengah 4 masih belum siap-siap?!”…

Seolah dalam sekejap semuanya berubah, saya seperti baru tersadar kembali, saat ratusan pasang mata, tiba-tiba telah menatap kearah saya yang sedang duduk berhadapan langsung dengan penguhulu. Seluruh tamu yang hadir hingga ke teras, pengkarangan, dan jalan yang memang sudah ditutup, seolah ingin menyaksikan langsung peristiwa sakral itu. (tradisi kita, hampir tidak ada, orang yang menikah di Bulan Romadhon. Jadi bangga deh, tampil beda. Seperti Rosululloh Muhammad Saw, yang menikahi Zainab di Bulan Romadhon)

Begitulah…saya masih ingat wajah-wajah penuh haru dan kasih sayang dari orangtua dan sanak famili yang ditandai dengan menitiknya airmata di pipi mereka…

Kemudian, pesan-pesan ustadz Ferry Nur, S,Si. pada saat memberikan ceramah pernikahan pun seperti masih terngiang setiap Tanggal 7 Romadhon, betapa pentingnya kesabaran, dalam mengarungi samudera kehidupan berumah tangga…

Ya, kini semua itu sudah 7 tahun berlalu… masih belum apa-apa bila dibandingkan dengan kakek dan nenek saya yang telah melakukan ulang tahun pernihkahan emas (50tahun) beberapa tahun yang lalu…

Kini, diantara saya dan istri telah lahir anak-anak penyejuk mata, harapan hati… Ada Fauzan yang lahir Tanggal 10 Oktober 2002, mujahid kecil ini tahun depan akan masuk kelas 1 SDIT, anak laki-laki kebanggaan kami, semoga menjadi anak yang sholih, pintar, dan peduli terhadap lingkungannya (kalau kata ummi-nya, “kamu tuh seperti Abi, aktif banget, senang jalan, pintar sosialisasi, dan kalau sudah maunya harus dilakukan” he,he,he). Juga Husna, yang lahir Tanggal 10 Maret 2004, akhwat kecil yang cantik ini, tahun depan akan masuk TKIT seperti abangnya, tingkahnya kadang begitu dewasa, sering membuat kami tersenyum-senyum, juga bahasa-bahasanya yang bijak (nah, kalau yang satu ini, saya sering mengatakan, “eh niru bahasanya siapa tuh? Pasti dari ummi-nya” he,he,he). Yang ke-3, si bayi mungil, Ayyasy, lahir Tanggal 2 Agustus 2007. Dia satu-satunya anak saya yang paling mirip dengan ummi-nya. Mujahid kecil yang lucu… semoga 4JJI Ta’ala mengabulkan semua doa-doa yang baik dari orang tua dan orang-orang yang sholih atas anak-anak kami.

Semoga 4JJI Ta’ala memudahkan segalanya… untuk mewujudkan cita-cita dan visi kami dalam membangun rumah tangga, seperti yang disabdakan Rosululloh Saw, “Baitii Jannatii..” amiin.

Senin, 10 September 2007

Taushiyah Singkat 52 : Cinta dan Kedewasaan

"MENATA JIWA lebih DEWASA adalah CINTA. Ramadhan, saatnya memberi makna istimewa pada cinta kita." (Ust. Anis Matta, Lc.)

Saudaraku,
Orang yang DEWASA adalah orang yang tidak tenggelam dalam kekecewaan yang berlebihan. Dia bisa lebih CEPAT BANGKIT, karena dia semakin bijaksana memandang suatu permasalahan yang ada dalam kehidupannya! Kemampuan MENATA JIWA memang membuat seseorang lebih DEWASA. Sehingga, seorang yang DEWASA tahu benar, dimana cinta dan kepercayaan itu seharusnya dia berikan.

Selamat menjadi manusia yang dewasa saudaraku. Semoga, sikap kedewasaan dan kematangan berfikir yang kita miliki, dapat memberikan manfaat pada diri kita sendiri dan orang lain. Amiin...

Kamis, 06 September 2007

Taushiyah Singkat 51 : Terus Hidup Walau Telah Wafat

Saudaraku,
Seorang mu'min itu, hidupnya sungguh indah. Bagimana tidak?
Seorang mu'min, dalam hidupnya, ia senantiasa memberikan manfaat bagi orang lain.
Bahkan ketika ia meninggalkan dunia ini, ada banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh orang disekitarnya, berupa amal sholih dan kenangan indah bersamanya.
Keteladanan dan amal dakwahnya, senantiasa meninggalkan kesan mendalam... dan menjadi pintu hidayah bagi orang2 yang ingin membukanya.. (insya4JJI)
Sebagaimana seorang penulis lagu, ia akan selalu diingat karena lagu-lagunya,
Seorang pelukis, ia akan selalu diingat karena lukisan-lukisannya,
Seorang aktor, ia akan selalu diingat karena film dan sinetronnya,
Seorang pemimpin, ia akan selalu diingat bagaimana kinerja kepemimpinannya, bahkan
Seorang penjahat, ia akan selalu diingat karena kemungkaran dan kabathilan yang dilakukannya.
LALU, bagaimanakah dengan kita?
Apa yang akan diingat oleh orang lain atas diri kita?
kesan apa yang berbekas di hati setiap manusia yang pernah berinteraksi dengan kita?
Sebelum "saat" itu tiba, mari kita perbaiki hubungan kita dengan orang-orang yang memberikan saksi atas kehidupan kita di dunia...
...

"hal haadzal mayyitun min ahlil khoiir...???"

Kamis, 23 Agustus 2007

Taushiyah Singkat 50

Saudaraku, mari kita berdoa:
Duhai 4JJI...
Ampunilah ibu kandung kami, sebanyak apapun dosanya padaMu...
Jadikanlah setiap tetes darah yang dikeluarkannya ketika melahirkan kami, sebagai penggugur dosan-dosaya... dan
Jadikanlah setiap rasa sakit yang dirasakannya sebagai sesuatu yang dapat mengangkat derajatnya disisiMu...
Duhai 4JJI...
Ampunilah ayah kandung kami, sebanyak apapun dosanya padaMu...
Jadikanlah setiap tetes keringat yang dikeluarkannya ketika mencari nafkah untuk kami, sebagai penggugur dosa-dosanya... dan
Jadikanlah setiap rasa lelah yang dirasakannya sebagai sesuatu yang dapat mengangkat derajatnya disisiMu...
Kabulkanlah yaa Hannaan yaa Mannaan...

Taushiyah Singkat 49

Saudaraku, mari kita berdoa:
Duhai 4JJI...
Jadikan hari-hari yang akan kami jalani, sebagai hari-hari yang penuh hikmah...
Jadikan hari-hari yang sedang kami jalani, sebagai hari-hari yang sarat akan amal sholih dan ketakwaan... dan
Jadikan hari-hari yang telah kami jalani, sebagai hari-hari yang dapat menjadikan kami semakin ikhlash dalam menapaki roda kehidupan ini...
Demi Engkau wahai Tuhan yang menggenggam jiwa-jiwa kami, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang pandai bersyukur, atas semua nikmatMu...

Minggu, 19 Agustus 2007

Taushiyah Singkat 48

Saudaraku, mari kita berdoa:
Duhai 4JJI...
Kami ingin merasakan kembali, manisnya ibadah di Bulan Romadhon.
Kami ingin mengukir kembali, kenangan syahdu di setiap malam di bulan yang sangat kami cintai ini.
Kami ingin meningkatkan kembali, kedekatan kami dengan semua hamba-hambaMu.
Kami ingin memperbaharui kembali, komitmen dan taubat yang selama ini susah payah kami menjaganya...
Yaa 4JJI... Dengan alasan itu, setidaknya biarkanlah kami untuk bertemu kembali, dengan Romadhon di tahun ini...

Taushiyah Singkat 47

Saudaraku, mari kita berdoa:
Duhai 4JJI...
Perkenankan kami mencintai pasangan hidup yang telah Engkau pilihkan untuk kami.
Izinkan kami melihat segala kelebihan dan kekurangannya dengan lapang dada.
Biarkan kami menerima kebaikan dan keindahan dunia bersama darinya.
Tumbuh suburkan kebahagiaan diantara kami... dan berikan kami syurga dunia yang Engkau janjikan, dalam keluarga yang sakiinah, mawaddah, wa rohmah.